nasional

Jembatan Desa Jadi Prioritas, HRD: Anak Sekolah Tak Boleh Pertaruhkan Nyawa Menyeberang Sungai

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan Daud

KABAR ACEH ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H Ruslan Daud, meminta pembangunan infrastruktur desa tidak hanya mengejar proyek besar, tetapi juga memastikan warga di wilayah terpencil memiliki akses dasar yang aman.

Menurut Ruslan, pembangunan jembatan menjadi kebutuhan mendesak bagi desa yang masih terisolasi. Infrastruktur tersebut bukan sekadar penghubung antarkawasan, tetapi menentukan akses warga terhadap pendidikan, kesehatan dan aktivitas ekonomi.

“Kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” kata Ruslan seusai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ruslan menilai dorongan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan infrastruktur strategis merupakan langkah penting. Namun, pembangunan tersebut harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: MBG Disorot, Peternak Ungkap Dugaan Permintaan Markup Harga dan Telur Tak Segar

Politikus PKB dari daerah pemilihan Aceh 2 itu mengatakan konektivitas antardesa akan berdampak langsung terhadap mobilitas warga. Bagi anak sekolah, keberadaan jembatan dapat menentukan apakah mereka bisa pergi dan pulang sekolah dengan aman.

“Pembangunan infrastruktur dasar memiliki arti penting karena perubahan yang dihadirkan negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di perdesaan dan wilayah terpencil,” ujarnya.

Target 5.000 Jembatan Desa

Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Presiden Prabowo menyoroti persoalan konektivitas antardesa. Pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa hingga akhir 2026.

Prabowo menilai tidak semestinya anak-anak mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mencapai sekolah karena tidak tersedianya jembatan.

Baca Juga: TKD Aceh Singkil Rp21 Miliar Masih Nol Persen, Pemkab Kejar Penyerapan hingga 30 Persen per Bulan

“Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Ruslan menilai target tersebut perlu diikuti pemetaan kebutuhan secara tepat agar pembangunan diprioritaskan pada wilayah yang paling membutuhkan.

Menurut dia, pembangunan nasional tidak cukup diukur dari jumlah proyek besar yang selesai. Pemerataan akses dasar juga menjadi indikator penting untuk memastikan kehadiran negara dirasakan hingga pelosok.

Halaman:

Tags

Terkini