KABAR ACEH ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan itu diikuti 15 BEM fakultas dan 25 organisasi aliansi.
Aksi digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. BEM UI menyebut demonstrasi tersebut berangkat dari kesenjangan antara semarak perayaan kemerdekaan dan kondisi sosial-ekonomi yang dinilai masih dihadapi masyarakat.
BEM UI mengusung kajian bertajuk “81 Tahun, Merdeka untuk Siapa?”. Kajian tersebut kemudian dibahas melalui konsolidasi dengan sejumlah kelompok masyarakat dan menjadi dasar penyusunan tuntutan dalam aksi.
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan kemerdekaan semestinya dirasakan seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
Baca Juga: Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang Bawa Petasan dan Botol
“Proklamasi kemerdekaan telah berdiri selama 81 tahun dengan jalan Republik. Negara ini semestinya milik seluruh rakyat Indonesia, bukan penguasa maupun golongan tertentu,” kata Yatalathof, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Delapan Tuntutan BEM UI
Ada delapan tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam aksi tersebut. Isunya mencakup korupsi, ekonomi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
Berikut tuntutan BEM UI:
1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
5. Mengevaluasi total proyek strategis nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan, menolak pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan mengembalikan otonomi daerah.
7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak.
8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YTP).
BEM UI juga menyoroti penanganan bencana di Sumatera dan Flores yang menurut mereka belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Isu tersebut menjadi salah satu tuntutan yang dibawa dalam aksi.
Polisi Kerahkan 9.242 Personel
Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan aksi dan sejumlah kegiatan lain di Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto sebelumnya meminta massa mempertimbangkan lokasi aksi di Bundaran HI karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Jakarta.