Selasa, 18 Agustus 2026

Pelabuhan NTT Rusak akibat Gempa, Kemenhub Periksa Enam Fasilitas dan Tunda Operasi yang Belum Aman

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Tim SAR melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).  ((REUTERS/Stringer))
Tim SAR melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). ((REUTERS/Stringer))

KABAR ACEH ID - Sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kementerian Perhubungan memperketat pemeriksaan fasilitas pelabuhan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud meminta seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan sedikitnya selama 24–48 jam setelah gempa.

“Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam,” kata Masyhud dalam keterangan resminya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, serta akses menuju pelabuhan.

Baca Juga: BBM Flores Pascagempa: 32 dari 52 SPBU Kembali Beroperasi

Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural tidak akan dioperasikan sebelum dinyatakan aman berdasarkan pemeriksaan teknis.

Pelabuhan Maumere Rusak

Kerusakan cukup berat dilaporkan di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh akibat guncangan.

Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang tengah bersandar di pelabuhan tersebut. Kemenhub menyatakan pengamanan dilakukan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, dan area pelabuhan yang terdampak.

Kerusakan juga ditemukan di kawasan Pelabuhan Labuan Bajo. Di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, tembok kantor dan terminal penumpang serta bagian dermaga mengalami keretakan.

Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan

Sementara di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, keretakan ditemukan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Aktivitas pelayaran di kawasan Labuan Bajo sempat terganggu setelah gempa dan peringatan dini tsunami dikeluarkan. Layanan kemudian dibuka kembali setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tersebut dan fasilitas dinyatakan aman untuk digunakan.

Pelabuhan Marapokot Mengalami Penurunan

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X