KABAR ACEH ID - Ekonomi Aceh tumbuh 4,86 persen pada Triwulan II 2026 secara tahunan atau year-on-year (yoy). Namun, pemerintah daerah menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada angka makro, melainkan berlanjut menjadi lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat pertumbuhan ekonomi pada April-Juni 2026 itu meningkat dibandingkan pertumbuhan Triwulan I yang mencapai 3,77 persen. Secara kumulatif, ekonomi Aceh pada Semester I 2026 tumbuh 4,48 persen.
Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mengatakan capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sektor-sektor produktif. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan. Kita ingin lapangan kerja bertambah, daya beli masyarakat menguat, dunia usaha berkembang, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pembangunan,” kata Nasir, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga: Krueng Meureudu Dikeruk, Pidie Jaya Kejar Pembukaan Jalur Nelayan Sebelum Musim Hujan
Salah satu ruang yang dinilai perlu diperkuat adalah hilirisasi. BPS mencatat ekspor Aceh pada Juni 2026 mencapai US$85,31 juta, naik 61,31 persen dibandingkan Mei 2026. Komoditas yang menopang ekspor antara lain batu bara, minyak sawit mentah atau CPO, dan kopi.
Pada saat yang sama, impor Aceh turun 75,15 persen secara bulanan. Kondisi itu membuat Aceh mencatat surplus neraca perdagangan sekitar US$59 juta.
Kenaikan ekspor tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat produk unggulan Aceh. Namun, peningkatan nilai ekspor tidak otomatis berarti nilai tambah terbesar dinikmati di daerah jika komoditas masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Nasir mengatakan pemerintah perlu mendorong pengolahan komoditas di dalam daerah agar daya saing produk meningkat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.
“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana memperkuat daya saing produk Aceh, memperluas pasar, serta meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi dan industri pengolahan,” ujarnya.
Selain perdagangan, mobilitas masyarakat juga menunjukkan peningkatan. Jumlah penumpang domestik melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Juni 2026 mencapai 22.502 orang, naik 31,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Angkutan laut mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Jumlah penumpang mencapai 116.406 orang, meningkat 32,58 persen secara bulanan dan 16,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan mobilitas tersebut berpotensi mendorong sektor perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, dan pariwisata. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan dengan 2.553 wisatawan mancanegara tercatat berkunjung ke Aceh pada Juni 2026.
Artikel Terkait
Kecelakaan Flyover Kranji Bekasi, Pasutri Tewas Ditabrak Truk Wing Box
Bantuan Presiden Prabowo untuk Korban Gempa NTT, 4.925 Paket Sembako Tiba
TKD Aceh Selatan Dikebut, Infrastruktur Banjir Ditarget Tembus 50 Persen Sebelum Musim Hujan
Krueng Meureudu Dikeruk, Pidie Jaya Kejar Pembukaan Jalur Nelayan Sebelum Musim Hujan
Peringatan HUT RI ke-81, Danrem 011/Lilawangsa Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Nasional