Selasa, 18 Agustus 2026

TKD Aceh Barat Rp7,3 Miliar Dipakai untuk Tanggul, Jembatan, dan Kantor Desa

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:08 WIB
Tim Monev Aceh I Satgas PRR meninjau kawasan Pante Ceureumen di Aceh Barat, Aceh.
Tim Monev Aceh I Satgas PRR meninjau kawasan Pante Ceureumen di Aceh Barat, Aceh.

KABAR ACEH ID - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengalokasikan sekitar Rp7,3 miliar dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk menangani infrastruktur yang rusak akibat bencana di Kecamatan Pante Ceureumen. Dana itu digunakan untuk pembangunan tanggul, perbaikan Jembatan Gantung Sanggai-Jambak, dan pembangunan kembali Kantor Desa Jambak.

Alokasi terbesar, sekitar Rp6 miliar, digunakan untuk membangun tanggul bronjong di lima titik kritis bantaran sungai. Pekerjaan tersebut telah memasuki tahap tender dan ditujukan untuk memperkuat perlindungan permukiman serta fasilitas publik sebelum memasuki puncak musim hujan.

Lima titik itu melanjutkan penanganan yang sebelumnya dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh. Dari total 15 titik kritis bantaran sungai, empat titik telah ditangani BWS Aceh dengan nilai pekerjaan sekitar Rp12 miliar.

Dengan demikian, masih terdapat enam titik kritis yang belum memiliki kepastian pembiayaan. Penanganan titik-titik tersebut dinilai perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat kerawanannya agar sistem perlindungan bantaran sungai tidak terputus.

Baca Juga: TKD Aceh Selatan Dikebut, Infrastruktur Banjir Ditarget Tembus 50 Persen Sebelum Musim Hujan

Risiko erosi juga mengancam fasilitas pendidikan. SD Negeri Alue Lhok dan SMP Negeri 3 Pante Ceureumen berada di kawasan yang terdampak pengikisan tebing sungai. Bencana sebelumnya menyebabkan tiga ruang kelas rusak berat. Dua rumah dinas guru, ruang guru, perpustakaan, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus juga hanyut.

Lahan untuk relokasi sekolah telah tersedia melalui hibah masyarakat. Pembangunan sekolah baru berpotensi mendapat dukungan sekitar Rp1,5 miliar dari Ekspedisi Kita Bisa. Pemerintah daerah perlu menyelaraskan rencana anggaran pembangunan dengan dukungan tersebut agar tidak terjadi pembiayaan ganda dan TKD dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang belum tertangani.

Selain tanggul, sekitar Rp1 miliar dialokasikan untuk memperbaiki Jembatan Gantung Sanggai-Jambak yang panjangnya sekitar 100 meter. Bentang dan lantai jembatan terputus akibat bencana, sementara struktur portal utama masih berdiri.

Baca Juga: TKD Nagan Raya Dipercepat untuk Pulihkan 57 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana

Sebelum pembangunan dimulai, desain jembatan perlu diverifikasi kembali. Penyesuaian diperlukan agar konstruksi mampu menghadapi debit banjir maksimum dan tetap aman sebagai jalur penghubung masyarakat.

Pemkab Aceh Barat juga menyiapkan sekitar Rp300 juta untuk membangun kembali Kantor Desa Jambak di lokasi baru. Lahan pembangunan telah dibersihkan. Kantor sebelumnya roboh dan sebagian strukturnya hanyut sehingga pelayanan administrasi desa terganggu.

Persoalan pemulihan tidak berhenti pada infrastruktur. Sekitar 46 hektare sawah di wilayah tersebut rusak berat dan tertutup endapan pasir. Pembersihan sedimen saja tidak cukup karena perubahan kontur membuat permukaan lahan lebih tinggi dibandingkan sumber air dan saluran irigasi.

Kondisi itu membuat sistem pengairan secara gravitasi tidak lagi berjalan. Tanpa rekayasa pengairan, kerusakan tersebut dapat mengganggu keberlanjutan usaha tani dan ketahanan pangan masyarakat.

“Tantangan terberat saat ini berada pada pemulihan sektor ketahanan pangan,” tulis Laksma TNI Nouldy Tangka, Koordinator Wilayah Aceh I Posko Nasional Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, dalam laporan kegiatannya.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X