“Kita nyari dari belakang, taunya dia baris paling depan,” ujarnya.
Keluarga baru menyadari bahwa sang prajurit berada di barisan depan setelah momen tersebut terlanjur direkam dan beredar di media sosial.
Dari Haru Jadi Bahan Candaan
Keterangan dari keluarga itu mengubah persepsi warganet terhadap video yang sebelumnya dianggap sebagai momen kesedihan seorang prajurit yang tidak mendapat sambutan orang tua.
Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Utara, Paskibraka Kibarkan Merah Putih di Lhoksukon
Sejumlah pengguna media sosial kemudian membagikan rekaman lain yang memperlihatkan keluarga sang prajurit berada di sekitar lokasi.
Ada pula warganet yang menyoroti momen ketika sang ibu diduga sudah menyadari keberadaan anaknya.
“Memang yang ini pelakunya, emaknya sudah ngeh, dia masih jalan,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.
Komentar lain menunjukkan sang kakak sudah menyiapkan kamera untuk merekam momen kelulusan, tetapi justru sempat melewatkan keberadaan adiknya.
Kisah tersebut akhirnya berkembang menjadi cerita berbeda dari kesan awal video viral. Pelukan sang komandan tetap menjadi bagian paling mencolok dari rekaman, tetapi keluarga sang prajurit ternyata berada di lokasi dan hanya terlambat menemukan posisi anaknya.