Selasa, 18 Agustus 2026

MBG 94 Siswa di Karanganyar Ditarik Sebelum Dibagikan, Kepala SPPG Muntah Usai Cicipi Ayam Rempah

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB
Menyoroti viralnya kasus dugaan paket MBG kedaluwarsa yang ditarik SPPG Karanganyar Jawa Tengah usai sempat dibagikan ke sekolah.  ((Instagram.com/@katakitaig))
Menyoroti viralnya kasus dugaan paket MBG kedaluwarsa yang ditarik SPPG Karanganyar Jawa Tengah usai sempat dibagikan ke sekolah. ((Instagram.com/@katakitaig))

KABAR ACEH ID - Sebanyak 94 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, batal dibagikan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati menarik seluruh paket setelah menemukan sebagian menu ayam rempah diduga bermasalah saat dimasak.

Kepala SPPG Jati, Abra Yodara, mengatakan temuan itu muncul saat produksi batch kedua sekitar pukul 05.00 WIB. Staf dan ahli gizi yang memeriksa masakan melaporkan aroma dan rasa ayam berbeda dari biasanya.

Abra kemudian mengecek langsung makanan tersebut. Ia mengaku ikut mencicipinya untuk memastikan kondisi menu.

"Saya langsung ke dapur, saya kroscek. Saya cicipi yang terindikasi tidak layak itu," kata Abra, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga: Kampung Bahari Digerebek BNN, Polisi Hadapi Perlawanan Loyalis Terduga Bandar Narkoba

Setelah mencicipi ayam tersebut, Abra mengaku muntah. Ia mengatakan tidak mengalami diare.

"Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi, tapi yang berdampak ke saya, muntah," ujarnya.

Dua Baskom Ayam Ditemukan Bermasalah

Menurut Abra, pemeriksaan bahan sebelum dimasak tidak menunjukkan masalah. Kondisi ayam saat diterima disebut masih baik.

Indikasi masalah baru ditemukan ketika ayam masuk proses pemasakan batch kedua. Dari pemeriksaan internal, terdapat dua baskom ayam yang dinilai bermasalah.

Baca Juga: Bencana Sumatera Jadi Sorotan Rakor Forkopimda, Aceh Diminta Perkuat Penanganan Pascabencana

Abra memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam terdampak. Namun, dia menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum merupakan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa," katanya.

Keputusan menarik seluruh paket diambil sebagai langkah pencegahan. Abra mengatakan laporan dari staf dan ahli gizi diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X