Selasa, 18 Agustus 2026

MBG Diduga Bikin 269 Siswa di Berastagi Sakit, BGN Suspen Dapur dan Investigasi

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Kasus ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi, Kabupaten Karo diduga alami keracunan setelah menyantap MBG.  ((Threads/zumaahmad))
Kasus ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi, Kabupaten Karo diduga alami keracunan setelah menyantap MBG. ((Threads/zumaahmad))

KABAR ACEH ID - Sebanyak 269 siswa di tiga sekolah di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 13 Agustus 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menyatakan dapur penyedia makanan tersebut disuspensi untuk kepentingan investigasi.

Para siswa yang mengalami keluhan berasal dari SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama. Mereka mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan pendataan korban masih berlangsung. Hingga Kamis sore, tercatat 269 siswa mengalami gejala.

Sebanyak 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Aceh Besar, 4 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Blang Bintang

“Data ini kemungkinan masih terus bertambah,” kata Zulkarnain kepada wartawan, Kamis, 13 Agustus 2026.

Para siswa dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, dan Puskesmas Berastagi.

Proses evakuasi berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan siswa dievakuasi menggunakan ambulans, tandu, brankar, dan kursi roda.

Di sejumlah fasilitas kesehatan, siswa terlihat mendapat penanganan dengan keluhan seperti mual. Namun, penyebab pasti keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi.

BGN Suspen Dapur MBG

Kepala BGN Sudaryono mengatakan lembaganya akan melakukan investigasi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan untuk para siswa.

Baca Juga: Lima Tahun Ngajar Ngaji Gratis, Katratunida Dihadiahi Jenderal TNI Rumah Baru

Menurut dia, dapur tersebut langsung disuspensi setelah muncul laporan dugaan keracunan. Kepala SPPG juga akan dievaluasi.

“Pokoknya kita cek, dapur kita suspen, kemudian Kepala SPPG-nya kita copot,” ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X