Selasa, 18 Agustus 2026

Bencana Sumatera Jadi Sorotan Rakor Forkopimda, Aceh Diminta Perkuat Penanganan Pascabencana

Photo Author
Ratu Azzuhra, Kabaraceh.id
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:53 WIB
Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, bersama Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, dan Forkopimda Aceh lainnya, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Sumatera
Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, bersama Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, dan Forkopimda Aceh lainnya, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Sumatera

KABAR ACEH ID - Bencana menjadi salah satu persoalan strategis yang disorot Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatera 2026 di Batam, Rabu, 12 Agustus 2026. Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dalam menangani dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatera.

Tito mengatakan persoalan bencana tidak bisa ditangani oleh satu institusi. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, kejaksaan, DPRD, dan lembaga terkait perlu bekerja dalam satu koordinasi agar penanganan berjalan lebih cepat.

“Beberapa hal penting juga kita sampaikan, misalnya masalah bencana di Sumatera yang perlu diperbaiki dan ditangani bersama oleh pemerintah,” kata Tito dalam rakor tersebut.

Sorotan ini relevan bagi Aceh yang masih menghadapi agenda pemulihan pascabencana. Penanganan bencana membutuhkan koordinasi tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga rehabilitasi, rekonstruksi, pemulihan ekonomi masyarakat, dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak.

Baca Juga: Dana REDD+ Rp27 Miliar untuk Aceh, Pemerintah Diminta Pastikan Manfaatnya Sampai ke Masyarakat

Dalam forum tersebut, Tito juga menekankan pentingnya soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurut dia, setiap unsur memiliki kewenangan dan kekuatan berbeda sehingga hubungan kerja antarlembaga harus dijaga.

“Intinya, kita minta Forkopimda semakin kompak, semakin solid, karena masing-masing punya power sendiri-sendiri,” ujarnya.

Menurut Tito, hubungan yang tidak harmonis antarlembaga dapat memengaruhi stabilitas politik dan keamanan daerah. Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap kelancaran pembangunan.

“Kalau hubungannya tidak bagus, yang terjadi nanti tidak bagus juga untuk situasi politik, keamanan, dan itu berdampak kepada pembangunan,” katanya.

Baca Juga: Dana Pemulihan Aceh Selatan Terserap Rp24,8 Miliar, Satgas PRR Kejar Sisa Anggaran

Wagub Aceh Hadiri Rakor

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam rakor yang juga dirangkai dengan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.

Fadhlullah hadir bersama Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun. Hadir pula Ketua DPRA Zulfadhli, Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, serta unsur Forkopimda dan bupati-wali kota se-Aceh.

Bagi Aceh, forum regional tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain di Sumatera, terutama dalam menghadapi persoalan yang berdampak lintas wilayah.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X