KABAR ACEH ID — Penanganan infrastruktur yang rusak dan kondisi sungai menjadi perhatian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dalam pemulihan pascabencana di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Satgas PRR Brigjen TNI (Mar) Guslim meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Nagan Raya, Rabu, 12 Agustus 2026. Salah satu lokasi yang didatangi ialah jembatan putus di kawasan Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur.
Tim juga meninjau wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan kawasan terdampak bencana yang terjadi pada akhir 2025.
Guslim mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi progres rehabilitasi serta rekonstruksi. Satgas PRR, kata dia, bertugas memfasilitasi dan mengoordinasikan pemerintah daerah dengan kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: 21 Tahun Perdamaian Aceh, Belasan Ribu Warga Aceh Utara Gelar Zikir dan Doa Bersama
“Sehingga target-target dapat kita capai sesuai dengan tahapan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Guslim.
Selain infrastruktur yang rusak, Satgas PRR menaruh perhatian pada persoalan sungai di wilayah terdampak. Menurut Guslim, pihaknya akan membantu pemerintah daerah mengupayakan penanganan kondisi sungai, termasuk rencana pengerukan.
“Khusus untuk rencana pengerukan sungai karena pertambangan, kami akan membantu melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM,” ujarnya.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan pemulihan Nagan Raya setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut. Penanganannya tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan dan akses transportasi, tetapi juga kondisi lingkungan yang berkaitan dengan risiko bencana.
Baca Juga: Jembatan Desa Jadi Prioritas, HRD: Anak Sekolah Tak Boleh Pertaruhkan Nyawa Menyeberang Sungai
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Nagan Raya Hizbulwatan mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah kendala dan aspirasi masyarakat kepada Satgas PRR saat peninjauan lapangan.
“Dengan adanya kunjungan Tim Satgas PRR, kami telah menyampaikan semua kendala di lapangan dan juga aspirasi masyarakat yang terdampak. Semoga hal ini dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Nagan Raya,” kata Hizbulwatan.
Menurut dia, peninjauan langsung diperlukan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam menangani infrastruktur yang belum pulih serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Dengan kunjungan tersebut, pemerintah daerah berharap sejumlah persoalan yang masih tertinggal setelah bencana dapat segera ditindaklanjuti melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Artikel Terkait
Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra Capai Rp100,17 Triliun, 11.520 Kegiatan Disiapkan
MBG Disorot, Peternak Ungkap Dugaan Permintaan Markup Harga dan Telur Tak Segar
Jembatan Desa Jadi Prioritas, HRD: Anak Sekolah Tak Boleh Pertaruhkan Nyawa Menyeberang Sungai
Pencurian 10 Sekolah di Bireuen Terungkap, Polisi Tangkap Pelaku dan Sita Laptop hingga Proyektor
21 Tahun Perdamaian Aceh, Belasan Ribu Warga Aceh Utara Gelar Zikir dan Doa Bersama