aceh

Krueng Trumon Dinormalisasi, Aceh Selatan Pulihkan Tambak dan Cegah Banjir

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Trumon di Kabupaten Aceh Selatan

 

KABAR ACEH ID - Normalisasi Krueng Trumon di Kabupaten Aceh Selatan dipercepat setelah pendangkalan dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 menghambat aliran air menuju muara. Pemulihan sungai kini dipadukan dengan pembangunan drainase dan perbaikan tambak warga.

Krueng Trumon menjadi salah satu titik yang membutuhkan penanganan karena sedimentasi mengurangi kelancaran aliran sungai. Ketika curah hujan dan debit meningkat, kondisi tersebut dapat memperbesar risiko luapan ke kawasan permukiman, lahan pertanian, dan area produksi masyarakat.

Normalisasi dilakukan untuk mengurangi sedimentasi dan memperbesar kapasitas aliran sungai. Penanganan ini diarahkan bukan hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjaga lahan pertanian dan perikanan yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

Pengendalian genangan diperkuat dengan pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon Tengah. Drainase tersebut ditujukan untuk mempercepat pembuangan air ketika hujan deras sehingga genangan tidak meluas ke jalan dan permukiman.

Baca Juga: TKD Aceh Barat Rp7,3 Miliar Dipakai untuk Tanggul, Jembatan, dan Kantor Desa

Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menangani tambak warga yang terdampak bencana. Salah satu lokasi pemulihan berada di Gampong Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan.

Pemulihan tambak menjadi bagian penting karena bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu sumber pendapatan warga. Tambak yang kembali berfungsi diharapkan dapat menghidupkan kembali produksi perikanan dan aktivitas ekonomi keluarga yang sempat terhenti.

Hubungan antara normalisasi sungai, drainase, dan tambak menjadi penting dalam pemulihan kawasan. Sungai yang kembali mengalir, sistem drainase yang berfungsi, dan tambak yang produktif saling berkaitan dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kegiatan ekonomi masyarakat.

Percepatan penanganan tersebut dipantau Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra. Kunjungan dipimpin Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase.

Baca Juga: TKD Aceh Selatan Dikebut, Infrastruktur Banjir Ditarget Tembus 50 Persen Sebelum Musim Hujan

Guslin mengatakan pemulihan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan perangkat teknis terkait. “Keterlibatan pemerintah daerah dan perangkat teknis terkait menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Guslin dalam keterangannya, Senin, 17 Agustus 2026.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Selatan, Gamal Halim, mengatakan masyarakat berharap proses pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat kehadiran pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, dalam menangani dampak bencana,” ujar Gamal.

Halaman:

Tags

Terkini