Peternak juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan pakan dengan harga yang lebih terjangkau serta membantu penyerapan ayam afkir.
Andry mengatakan 1.600 ayam yang dibagikan dalam aksi tersebut sebenarnya hanya simbolis jika dibandingkan dengan populasi ayam petelur yang ada. Namun, aksi itu diharapkan membuat persoalan yang dihadapi peternak mendapat perhatian publik dan pemerintah.
Baca Juga: Dua Rumah Kayu di Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
"1.600 tidak ada artinya sebenarnya. Kita membagikan supaya masyarakat yang lain tahu bahwa peternak ini hari ini sedang mengeluh, sedang sedih, mengalami kerugian cukup besar," katanya.
Video pembagian ayam tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram DPRD DIY pada Selasa, 11 Agustus 2026, terlihat warga dan pengendara di sekitar kawasan Malioboro menerima ayam yang dibagikan peternak.
Aksi tersebut menunjukkan tekanan yang dihadapi peternak tidak hanya berasal dari harga jual telur, tetapi juga tingginya biaya produksi dan rendahnya nilai ayam ketika memasuki masa afkir.
Peternak berharap pemerintah tidak hanya merespons persoalan harga telur dalam jangka pendek, tetapi juga menata produksi, memperbaiki akses terhadap pakan, serta membuka skema penyerapan ayam afkir agar kerugian peternak tidak terus berulang.