daerah

Ekonomi Kreatif Padang Didorong Jadi Penggerak Industri Fashion dan Gastronomi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:44 WIB
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menutup rangkaian HJK ke-357 yang dirangkaikan dengan penutupan Padang Fashion Summit (PFS) di ZHM Premiere Hotel, Senin (10/8/2026) malam.

KABAR ACEH ID — Pemerintah Kota Padang mendorong ekonomi kreatif, khususnya sektor fashion dan gastronomi, menjadi bagian dari penggerak ekonomi kota. Strategi itu ditegaskan dalam penutupan Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang dirangkai dengan Padang Fashion Summit 2026, Senin malam, 10 Agustus 2026.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan kegiatan dalam rangkaian HJK tidak semestinya hanya diukur dari jumlah acara dan kemeriahannya. Dampaknya terhadap pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.

“Keberhasilan rangkaian kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian masyarakat,” kata Fadly di ZHM Premiere Hotel, Padang.

Rangkaian HJK Padang berlangsung sejak 6 Agustus 2026 dengan tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City. Pemerintah kota mengarahkan berbagai agenda tersebut untuk memperkuat identitas Padang sekaligus membuka ruang bagi subsektor ekonomi kreatif.

Baca Juga: Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat Setelah Kesal Jadi Bahan Olokan

Salah satu agenda yang menjadi bagian dari strategi itu adalah Padang Fashion Summit. Kegiatan tersebut mempertemukan desainer, perajin, pelaku usaha, serta unsur budaya lokal dalam satu rangkaian kegiatan fashion.

Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, mengatakan Padang Fashion Summit tidak hanya diarahkan sebagai peragaan busana, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri fashion.

“Padang Fashion Summit bukan sekadar panggung peragaan busana, tetapi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi dan melesatkan potensi industri fashion lokal,” ujarnya.

Libatkan Desainer dari Australia dan Malaysia

Padang Fashion Summit 2026 juga melibatkan empat desainer mancanegara. Tiga desainer berasal dari Australia dan satu dari Malaysia.

Baca Juga: Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit, 25 Mobil Damkar Dikerahkan

Kehadiran mereka membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus memperluas jejaring pelaku fashion Padang dengan industri kreatif di luar negeri. Di sisi lain, karya dan unsur budaya lokal mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada jejaring yang lebih luas.

Pemerintah Kota Padang menempatkan fashion sebagai salah satu subsektor dalam pengembangan ekonomi kreatif bersama gastronomi, seni pertunjukan, dan desain.

Fadly mengatakan pengembangan subsektor tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Padang masuk dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO.

Halaman:

Tags

Terkini