Selasa, 18 Agustus 2026

Kematian Sutrimo, Polisi Ekshumasi Jenazah untuk Cari Penyebab Kematian

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Menyoroti proses ekshumasi jasad Sutrimo yang diduga Karumga eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terjerat kasus korupsi.  ((Instagram.com / @storyrakyat_ - @undercover.id))
Menyoroti proses ekshumasi jasad Sutrimo yang diduga Karumga eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terjerat kasus korupsi. ((Instagram.com / @storyrakyat_ - @undercover.id))

 

KABAR ACEH ID - Polda Metro Jaya mengekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang pernah bekerja menjaga rumah milik keluarga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Ekshumasi dilakukan untuk mencari bukti medis dan ilmiah mengenai penyebab kematiannya.

Makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dibongkar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Proses tersebut melibatkan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ekshumasi merupakan bagian dari penyidikan kasus kematian Sutrimo. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan bukti yang dapat membantu penyidik memastikan penyebab kematian.

“Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ekshumasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembongkaran makam, pemeriksaan bagian luar untuk memastikan identitas jenazah, hingga pemeriksaan bagian dalam.

Baca Juga: Dugaan Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Lima Pihak Dilaporkan ke Polda Metro

Pemeriksaan melibatkan tim dokter forensik dan medikolegal dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Polisi juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Depan Klinik

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026. Ia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan telah meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Polisi sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan Sutrimo. Tim Puslabfor juga mengumpulkan sejumlah barang dari sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

Kematian Sutrimo kemudian mendapat perhatian karena ia disebut pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga atau penjaga rumah keluarga Febrie Adriansyah. Belakangan, pihak keluarga Febrie membenarkan bahwa Sutrimo pernah bekerja untuk keluarga tersebut.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Padang Didorong Jadi Penggerak Industri Fashion dan Gastronomi

Namun, kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, meminta kematian Sutrimo tidak lebih dulu dikaitkan dengan perkara yang sedang dihadapi Febrie.

Menurut Firman, Sutrimo telah lama mengalami sakit dan menjalani pengobatan sebelum meninggal.

“Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun,” kata Firman, Rabu, 12 Agustus 2026.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X