Selasa, 18 Agustus 2026

Gempa M 7,7 NTT, Air Laut Labuan Bajo Sempat Surut dan Tsunami 36 Sentimeter Tercatat

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:49 WIB
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.  ((Threads/maulidyamrn))
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. ((Threads/maulidyamrn))

Di Labuan Bajo, gelombang yang tercatat mencapai 0,36 meter atau 36 sentimeter pada pukul 05.26 WIB. Gelombang juga terdeteksi di beberapa wilayah lain, antara lain Maumere, Sikka, Flores Timur, Maurole, Pelabuhan Kewapante, Dompu, dan Bakalang. 

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Lembaga tersebut meminta masyarakat tetap tenang dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan. 

Gempa Susulan Masih Terjadi

Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan kembali tercatat di kawasan Flores dan sekitarnya. BMKG mencatat, antara lain, gempa M 5,6 sekitar 49 kilometer timur laut Labuan Bajo pada pukul 05.37 WIB dan M 5,3 sekitar 51 kilometer barat laut Ruteng pada pukul 05.53 WIB. 

Baca Juga: Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja Seluas 4 Hektare, Belasan Ribu Batang Tanaman Ganja Dimusnahkan

Gempa M 7,7 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores. Laporan awal menunjukkan adanya kerusakan bangunan dan warga yang mengungsi ke tempat lebih tinggi setelah peringatan tsunami dikeluarkan. 

Dengan berakhirnya peringatan tsunami, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X