Selasa, 18 Agustus 2026

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2.000 Warga Mengungsi

Photo Author
Umar Effendy, Kabaraceh.id
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:28 WIB
Proses pencarian dan evakuasi korban gempa NTT oleh Basarnas.  ((SAR Maumere))
Proses pencarian dan evakuasi korban gempa NTT oleh Basarnas. ((SAR Maumere))

KABAR ACEH ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menewaskan 38 orang dan membuat sekitar 2.000 warga mengungsi. Data tersebut dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan selain korban meninggal, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15:00 WIB, terdata ada 38 jiwa meninggal dunia. Dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, dan kurang lebih ada 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri,” kata Suharyanto dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 17 orang. Di Kabupaten Manggarai terdapat 16 korban meninggal, enam di antaranya masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan

Sementara di Kabupaten Sikka tercatat tiga orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka ringan. Kabupaten Ende dan Manggarai Barat masing-masing melaporkan satu korban meninggal.

BNPB menyatakan proses pencarian, evakuasi, dan pendataan masih berlangsung. Karena itu, jumlah korban maupun kerusakan masih dapat berubah.

Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur di sejumlah wilayah NTT. BNPB mencatat sementara 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Sebanyak lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, dan enam kantor pemerintahan dilaporkan terdampak.

Baca Juga: Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2.000 Warga Mengungsi

Sejumlah ruas jalan juga tertutup longsor. Namun, kondisi dan tingkat kerusakan jalan masih didata Kementerian Pekerjaan Umum.

“Ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” ujar Suharyanto.

Gangguan jaringan komunikasi juga sempat terjadi setelah gempa. Pemerintah dan operator telekomunikasi berupaya memulihkan konektivitas di wilayah terdampak.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X