KABAR ACEH ID — Keamanan pangan segar hasil kelautan dan perikanan di Kota Banda Aceh diperiksa melalui pengawasan terpadu di Pasar Ikan PPS Kutaraja dan Pasar Al Mahirah.
Pengawasan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bersama Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) itu menyasar sejumlah komoditas yang dijual kepada masyarakat, seperti ikan, udang, dan cumi-cumi.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), khususnya pada Semester II Tahun Anggaran 2026.
Tim tidak hanya memeriksa produk, tetapi juga melihat kondisi sarana, kebersihan, penyimpanan, serta cara penanganan pangan di pasar.
Baca Juga: 21 Tahun Damai Aceh, 600 Hektare Tanah Disiapkan untuk Eks Kombatan dan Korban Konflik
Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani, mengatakan pengawasan pangan perlu melibatkan berbagai instansi agar pengendalian keamanan dan mutu produk berjalan lebih efektif.
“Pengawasan pangan akan lebih optimal ketika dilakukan secara terpadu dan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan kewenangannya,” kata Marina dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut dia, pemeriksaan di pasar juga perlu diikuti pembinaan dan edukasi kepada pengelola maupun pedagang. Tujuannya agar penerapan praktik penanganan pangan yang baik tidak hanya dilakukan ketika ada pemeriksaan.
“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memastikan produk yang beredar memenuhi aspek keamanan dan mutu, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pasar yang lebih sehat dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan
Pengawasan Libatkan Lintas Instansi
Pengawasan tersebut melibatkan BBPOM Aceh, BPPMHKP, Pangkalan PSDKP Lampulo, Pelabuhan PPS Kutaraja, Syahbandar PPS Kutaraja, pengelola Pasar Al Mahirah, serta Inspektur Mutu Stasiun PPMHKP Banda Aceh.
Keterlibatan sejumlah instansi diarahkan untuk memperkuat pengawasan dari sisi keamanan pangan sekaligus mutu hasil kelautan dan perikanan yang beredar di pasar.
Hasil pengawasan nantinya menjadi bagian dari penilaian pasar dan dapat digunakan untuk mendorong perbaikan pada aspek kebersihan, keamanan, serta mutu pangan yang diperjualbelikan.
Artikel Terkait
KPA Pase dan warga peringati Hari Damai Aceh di Rumah Adat Cut Meutia
Gempa NTT M 7,7, Wisatawan Pulau Padar Berhamburan dan Warga Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2.000 Warga Mengungsi
Gempa NTT M 7,7, Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan
21 Tahun Damai Aceh, 600 Hektare Tanah Disiapkan untuk Eks Kombatan dan Korban Konflik