aceh

TKD Nagan Raya Dipercepat untuk Pulihkan 57 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Peninjauan lahan sawah terdampak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

KABAR ACEH ID — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana. Langkah ini dilakukan saat daerah tersebut memasuki musim tanam.

Pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas karena sebagian lahan pertanian masih terdampak, termasuk di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pemerintah daerah menyelaraskan penggunaan tambahan TKD dengan dukungan anggaran Kementerian Pertanian agar penanganan diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.

Tahap awal yang perlu diselesaikan meliputi pemutakhiran data kerusakan, penetapan lokasi prioritas, persyaratan administrasi, serta penyusunan rencana pekerjaan.

Penanganannya dapat mencakup pembersihan material, rehabilitasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi pertanian.

Baca Juga: Keamanan Pangan Banda Aceh Diawasi, Ikan hingga Udang Diperiksa di Dua Pasar

Kebutuhan pemulihan semakin besar karena dampak bencana terhadap sektor pertanian Aceh mencapai puluhan ribu hektare. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, luas sawah terdampak mencapai 57.171 hektare.

Kerusakan tersebut terdiri atas sejumlah kategori, mulai dari ringan, sedang, berat, hingga lahan yang hilang akibat diterjang bencana.

Realisasi Anggaran Pertanian Aceh 49,2 Persen

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus mengatakan realisasi anggaran bantuan pertanian di Aceh baru mencapai 49,2 persen atau sekitar Rp253,5 miliar dari total pagu Rp515,2 miliar.

Menurut dia, pemerintah kabupaten dan kota perlu segera menyelesaikan persoalan administrasi yang menghambat pelaksanaan program.

Baca Juga: 21 Tahun Damai Aceh, 600 Hektare Tanah Disiapkan untuk Eks Kombatan dan Korban Konflik

“Realisasi kegiatan kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses administrasi karena anggaran ini sudah berada di kabupaten,” kata Firdaus.

Ia meminta pemerintah daerah proaktif melaporkan kendala pelaksanaan agar penyelesaiannya dapat dilakukan bersama. Ketersediaan anggaran, kata dia, tidak otomatis mempercepat pemulihan jika pemerintah daerah belum siap mengeksekusinya.

Bagi Nagan Raya, pemulihan sawah berkaitan langsung dengan pendapatan petani dan ketersediaan pangan. Karena itu, penggunaan TKD diarahkan pada kegiatan yang dapat mengembalikan lahan ke kondisi produktif dengan tetap menjaga akuntabilitas anggaran.

Halaman:

Tags

Terkini