KABAR ACEH ID — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meminta pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih diprioritaskan pada wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.
Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil mengatakan pembangunan jembatan dibutuhkan untuk membuka akses antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih ini. Pembangunan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menyentuh langsung kebutuhan dasar dan aksesibilitas warga,” kata Syukri setelah mengikuti konferensi video peluncuran program tersebut di Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut dia, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan. Infrastruktur tersebut juga berkaitan dengan distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat pemasaran.
Baca Juga: Bantuan Beras Aceh Besar: 60.027 Keluarga Akan Menerima 1,8 Juta Kilogram hingga September
Akses yang lebih baik, kata Syukri, juga akan mempermudah masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi.
Selain jembatan, penyediaan 3.000 titik air bersih dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Aceh Besar berharap lokasi pembangunan mempertimbangkan wilayah yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih.
“Kita berharap pembangunan sarana air bersih ini dapat menjangkau masyarakat yang selama ini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Syukri mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar pembangunan sesuai kebutuhan dan pemeliharaan setelah proyek selesai.
Baca Juga: KRL Stasiun Sudirman: Penumpang Perempuan Laporkan Pria yang Diduga Rekam Diam-diam
“Kita ingin setiap pembangunan yang hadir di Aceh Besar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi, pengawasan dan pemeliharaan setelah pembangunan juga menjadi hal yang penting,” kata dia.