Selasa, 18 Agustus 2026

Hari Damai Aceh ke-21, Bupati Aceh Besar Minta Pemerintah Tunjukkan Manfaat Perdamaian

Photo Author
Maryana KA, Kabaraceh.id
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:13 WIB
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) mengikuti Rapat Persiapan Hari Damai Aceh ke-21 di Ruang Rapat Setda Aceh, Senin (10/8/2026).
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) mengikuti Rapat Persiapan Hari Damai Aceh ke-21 di Ruang Rapat Setda Aceh, Senin (10/8/2026).

BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar Muharram Idris meminta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tidak berhenti pada seremoni. Menurut dia, peringatan tersebut harus menunjukkan apa yang telah dihasilkan perdamaian dan manfaatnya bagi masyarakat Aceh.

Muharram menyampaikan hal itu dalam rapat persiapan Hari Damai Aceh di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Aceh, Senin, 10 Agustus 2026. Ia menilai momentum 21 tahun perdamaian perlu digunakan untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengingatkan generasi muda tentang sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh.

“Jangan cuma perdamaian namanya saja, tetapi pencapaiannya tidak ada. Dengan adanya perdamaian apa hasilnya? Dengan adanya perdamaian apa untungnya bagi rakyat?” kata Muharram.

Menurut dia, berbagai perubahan yang terjadi setelah konflik berakhir perlu ditampilkan dalam rangkaian peringatan. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat hubungan antara perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun dan kehidupan Aceh saat ini.

Baca Juga: Jenazah Fakhrur Rizal Perantau Lhokseumawe Dipulangkan dari Batam, Haji Uma Bantu Biaya Rp4,25 Juta

Muharram juga mengingatkan bahwa semakin banyak generasi muda Aceh yang lahir setelah perdamaian. Mereka tidak mengalami langsung konflik maupun tsunami yang menjadi bagian penting dari sejarah Aceh.

“Perdamaian sudah 21 tahun. Itu sudah melahirkan anak yang dewasa. Mereka tidak tahu apa itu damai, tsunami pun mereka tidak tahu. Karena itu perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh dihadirkan dalam rangkaian peringatan. Nama yang disebut antara lain Jusuf Kalla, Hamid Awaluddin, Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, Susilo Bambang Yudhoyono, serta perwakilan Crisis Management Initiative (CMI).

Muharram mengatakan materi video yang ditampilkan dalam peringatan juga sebaiknya tidak hanya berisi program pembangunan pemerintah. Video tersebut, kata dia, perlu memuat capaian Aceh setelah kesepakatan perdamaian sehingga peringatan memiliki substansi yang lebih kuat.

Baca Juga: Dividen Bank Aceh Rp2,05 Miliar Masuk ke Pemko Banda Aceh, Zakat Rp400 Juta Disalurkan

Ia menyebut sejarah perdamaian Aceh perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi yang tidak mengalami masa konflik. Menurut Muharram, pemahaman sejarah penting agar perdamaian tidak dianggap sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya.

Persiapan Peringatan Hari Damai Aceh

Rapat persiapan tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, dan dihadiri Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin serta sejumlah pemangku kepentingan.

Syakir meminta BRA menjalin komunikasi dengan perbankan, BUMN, dan lembaga lainnya di Aceh untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Damai Aceh.

Halaman:

Editor: Umar Effendy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X