KABAR ACEH ID — Dana tambahan untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah dialokasikan Rp28,29 miliar. Namun hingga 10 Agustus 2026, anggaran tersebut baru terealisasi Rp209,57 juta atau 0,74 persen. Di lapangan, warga di sekitar Jembatan Gunong Kong masih menggunakan perahu untuk menyeberang karena jembatan belum diperbaiki.
Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, merupakan salah satu titik yang mendapat perhatian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Jembatan tersebut putus dan hingga monitoring Satgas PRR pada Senin, 10 Agustus 2026, belum tersentuh perbaikan. Kondisi itu memaksa masyarakat menggunakan perahu untuk melintasi sungai dan mengganggu mobilitas warga.
Selain Jembatan Gunong Kong, kawasan longsor di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang juga masuk dalam titik prioritas yang membutuhkan penanganan.
Baca Juga: Jembatan Darurat Indra Makmu Aceh Timur Rusak Lagi, Diduga Setelah Dilintasi Truk Bermuatan
Rendahnya realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) menjadi sorotan Satgas PRR. Sebagian besar kegiatan di Nagan Raya masih berada pada tahap perencanaan dan pengadaan sehingga manfaat anggaran belum sepenuhnya dirasakan masyarakat terdampak.
Dari total tambahan TKD Rp28,29 miliar, alokasi terbesar berada pada sektor infrastruktur, yakni Rp17,19 miliar. Anggaran lainnya terdiri atas Rp6,54 miliar untuk pertanian, Rp3,36 miliar untuk urusan lainnya, dan Rp1,20 miliar untuk pendidikan.
Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, meminta pemerintah Kabupaten Nagan Raya mempercepat realisasi anggaran, terutama untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan pemulihan akses masyarakat.
“Kami melihat Nagan Raya ini belum bergerak. Kami lihat kondisinya hampir sama ketika satu bulan lalu kami melakukan monitoring. Malah kalau saya lihat masih nol, dan bulan ini sudah naik menjadi 0,7 persen,” kata Imran seusai monitoring dan evaluasi di Kantor Bappeda Nagan Raya, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga: Semen Lhoknga Diproduksi di Aceh, Harganya Disebut Lebih Mahal dari Medan
Menurut Imran, lambannya realisasi anggaran tidak hanya berdampak pada penyerapan dana, tetapi juga menunda pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
Ia mencontohkan kondisi warga di sekitar Jembatan Gunong Kong yang masih harus menggunakan perahu untuk menyeberang.
“Coba perhatikan itu masyarakat yang tinggal di Jembatan Gunong Kong, mereka menggunakan perahu untuk menyeberang. Saya mengharapkan Bupati Nagan Raya ini concern untuk mempercepat realisasi anggaran, TKD khususnya,” ujarnya.
Dikejar Waktu