KABAR ACEH ID - Banda Aceh meraih peringkat ketiga kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan tingkat kota dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera. Penghargaan itu diterima Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di Batam, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam kategori tersebut, Banda Aceh berada di bawah Kota Sawahlunto yang menempati peringkat pertama dan Kota Sungai Penuh di posisi kedua.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.
Illiza mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, tenaga pendidik, masyarakat, dan pemangku kepentingan bidang pendidikan.
Baca Juga: Bencana Sumatera Jadi Sorotan Rakor Forkopimda, Aceh Diminta Perkuat Penanganan Pascabencana
"Penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas," kata Illiza.
Menurut dia, capaian itu perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan pendidikan, bukan sekadar penghargaan yang dirayakan.
"Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana capaian ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan," ujarnya.
Akses Pendidikan Perlu Diikuti Kualitas
Illiza mengatakan perluasan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan. Pemerintah kota, kata dia, akan memperkuat program dan inovasi pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Baca Juga: Dana REDD+ Rp27 Miliar untuk Aceh, Pemerintah Diminta Pastikan Manfaatnya Sampai ke Masyarakat
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 juga mencakup sejumlah kategori lain, antara lain layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.
Bagi Banda Aceh, penghargaan di bidang pendidikan tersebut menjadi indikator capaian sekaligus tantangan untuk memperbaiki pelayanan publik.
Pemerintah kota menargetkan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat, terutama agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan mereka.