Dalam peringatan itu, Fadhlullah juga mengajak masyarakat mengenang para syuhada serta menghormati pihak-pihak yang terlibat dalam proses perdamaian, termasuk mediator dan tim perunding di Helsinki.
Ia menyebut Pemerintah Republik Indonesia, negara-negara sahabat, ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya turut berkontribusi dalam perjalanan perdamaian Aceh.
Baca Juga: Pascabencana Nagan Raya, Satgas PRR Soroti Jembatan Putus dan Kondisi Sungai
Pemerintah Aceh juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pemangku kebijakan yang dinilai berperan dalam menjaga perdamaian Aceh.
Fadhlullah berharap perdamaian terus dipelihara melalui kerja nyata dan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah yang damai, maju, islami, dan bermartabat," ujarnya.
Artikel Terkait
Pascabencana Nagan Raya, Satgas PRR Soroti Jembatan Putus dan Kondisi Sungai
KPA Pase dan warga peringati Hari Damai Aceh di Rumah Adat Cut Meutia
Gempa NTT M 7,7, Wisatawan Pulau Padar Berhamburan dan Warga Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2.000 Warga Mengungsi
Gempa NTT M 7,7, Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan