Leza mengatakan KAI Commuter akan mengevaluasi layanan dan penanganan terhadap pengguna dalam menghadapi dugaan tindakan yang berkaitan dengan pelecehan seksual.
“Kami juga memastikan berpihak kepada korban,” ujar Leza.
Ia mengimbau seluruh pengguna Commuter Line menjaga kenyamanan dan menghormati penumpang lain selama menggunakan transportasi publik.
Sementara itu, korban meminta petugas keamanan di stasiun lebih tegas menghadapi kejadian serupa. Ia mengaku pernah mendengar kasus pelecehan terhadap penumpang perempuan lain di KRL.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah penggunaan transportasi publik yang padat. Penanganan laporan, perlindungan terhadap korban, serta prosedur petugas ketika menemukan dugaan pelanggaran menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan penumpang.
Artikel Terkait
Harimau Diduga Mangsa Sapi Warga di Perkebunan PTPN Julok Rayeuk Aceh Timur
Gerakan Pangan Murah di Aceh Besar, 4 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Blang Bintang
MBG Diduga Bikin 269 Siswa di Berastagi Sakit, BGN Suspen Dapur dan Investigasi
Penistaan Agama Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Polda Metro Tetapkan 4 Tersangka
Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Capai 289 Siswa, Bupati Karo Sebut Kondisi Tak Mengkhawatirkan